Showing posts with label Books. Show all posts
Showing posts with label Books. Show all posts

Monday, April 28, 2008

Match Made in Heaven

Novel yang sangat menarik. Tapi tidak cukup menyenangkan bagi orang yang tidak pernah mengakui adanya Tuhan. They who know God will love this novel. Hanya saja mungkin agak sulit dipahami karena banyak istilah-istilah golf yang dipakai di sini. Satu hal yang pasti novel ini sangat memberi inspirasi dan mengajak kita untuk merenung dan berpikir tentang Tuhan dan hidup.

Pertandingan golf melawan Tuhan dengan taruhan hidup atau mati...

"Jadi, Leonardo, apa kisah di balik senyum Mona Lisa?"
"Ck… ck… ck… sang bella donna itu?
Sebenarnya dia tidak tersenyum karena dia
sedang… memakai kawat gigi…"

Elliott Goodman tergesa-gesa dibawa ke ruang operasi karena serangan jantung gawat. Di sana, saat hidupnya tengah berada di ujung tanduk, Tuhan menghampirinya untuk memberinya kesempatan sekali lagi. Syaratnya, Elliott harus mampu mengalahkan Tuhan dalam pertandingan golf delapan belas lubang (hole)! Agar adil (Dia harus adil, ‘kan?), Tuhan mengirimkan kepada Elliott delapan belas orang ‘utusan-Nya’—orang-orang hebat yang pernah tercatat dalam sejarah, mulai dari Socrates, da Vinci, Joan of Arc, hingga Gandhi, Freud, dan John Lennon, tak ketinggalan si cantik Marilyn Monroe!—yang tidak hanya menantang kemahiran Elliott bermain golf, tetapi juga karakternya. Tiap lawannya itu memberi Elliott peristiwa dan pandangan baru yang mungkin menyelamatkan hidupnya.

Apa artinya menjadi profesor hebat kalau karyanya tak pernah dibaca orang? Sudahkah ia menjadi ayah yang baik bagi anak-anaknya dan suami yang baik bagi istrinya? Mana yang lebih penting baginya, bermain bagus tapi kalah, atau sebaliknya, menang meski bermain buruk? Mengapa ia yang diberi kesempatan oleh Tuhan, bukan yang lainnya?

Buku ini menyuguhi kita kisah klasik pencarian manusia akan hakikat hidupnya dan pemahamannya atas hikmah tersembunyi yang dianugerahkan Tuhan di balik peristiwa-peristiwa kehidupan. Tuhan di sini bukan lagi Sang Tak Terjangkau yang berjarak, angkuh, dan menakutkan, melainkan penuh humor, rendah hati, bijaksana, dan akrab. Lewat tutur yang mengalir dan isi yang sarat makna meski sedikit nyeleneh, kita akan terbawa begitu saja pada pemahaman baru tanpa merasa telah membaca sesuatu yang “berat”.
  • "Sangat unik" (Epinions)
  • "...jenaka, cerdas, dan mempesona." (Kirkus Review)
  • "Dijamin membuat Anda ketagihan sejak halaman pertama" (Jim Nantz)

Prey

This is one of my english novels. Not my first one but this might be the first english thriller novel that I bought. Only one word I can say after reading this book : satisfied. Yes, I'm very satisfied with this book. Great thriller book and easy to understand for someone who don't really know english like me.

In the Nevada desert, an experiment has gone horribly wrong. A cloud of nanoprticles (micro-robots) has escaped from the laboratory.This cloud is self-sustaining and self-reproducing. It is intelligent dan learns from experience. For all practice purposes, it is alive.

It has been programmed as a predator. It is evolving swiftly, becoming more deadly with each passing hour.

Every attempt to destroy it has failed.

And we are the prey.
  • "A page-turning triumph... This is how to write a thriller." (Detroit Free Press)
  • "Intricate plotting dan flawless pacing... Holds your attention ruthlessly from start to finish." (Time)

The Virgin Blue

Another book that not match my style. Dengan gaya penuturan dan topik cerita dengan background yang sama sang penulis, Tracy Chevalier kembali membuat buku ini. Dan saya rasa wanita usia 30-40 tahun akan sangat menikmati buku ini sama seperti halnya mereka menikmati cerita-cerita sinetron atau pun telenovela.

Ella Turner mendapati dirinya sulit sekali beradaptasi dengan komunitas kota Prancis kecil, tempat tinggal barunya. Meski telah mengubah nama kembali menjadi Tournier dan berusaha keras memoles bahasa Prancis-nya, dia masih merasa terisolasi dan kesepian. Dalam keputusasaan, dia terdorong untuk menyelidiki leluhur Tournier-nya dan menemukan rahasia-rahasia yang memilukan.

Isabelle du Moulin yang dikenal sebagai La Rousse karena rambut merahnya, tersiksa dan diasingkan oleh penduduk desa. Dia dituduh mempraktikkan ilmu tenung dan dikucilkan karena ikatan batinnya dengan sang Perawan. Ketika hamil, Isabelle terpaksa menikah dengan Etienne Tournier dari keluarga Tournier yang terpandang, meski tanpa cinta. Prasangka buruk tak pernah lepas darinya dan nasib yang mengejutkan menantinya---seperti yang akan ditemukan Ella Turner empat ratus tahun kemudian.

The Lady and The Unicorn

Novel ini dikategorikan sebagai novel semi literatur. Entah apakah karena semi literatur atau tidak tapi satu hal yang pasti saya cukup menyesal membeli novel ini. Gambaran sinopsis di belakang bukunya tidak cukup mencerminkan bagaimana isi bukunya. Tidak terlalu banyak hikmah-hikmah yang terkandung bahkan cenderung ke arah polemik sosial budaya yang bertele-tele dan jelas-jelas sangat membosankan bagi saya. Tidak ada bagian alur cerita yang bisa disebut klimaks dalam novel ini. Setelah saya beli dan saya paksakan diri untuk membaca sampai selesai kemudian saya letakkan di lemari buku tanpa pernah saya baca ulang. Tapi mungkin untuk pembaca-pembaca yang lebih berumur usia 30-40 akan cocok dengan buku ini.

Jean le Viste, bangsawan Paris abad ke-15 yang dekat dengan Raja, menyuruh Nicolas de Innocents, seniman berbakat yang juga perayu wanita ulung, membuat desain permadani dinding untuk merayakan kenaikan statusnya dalam lingkaran kerajaan.

Nicolas sempat ragu karena belum pernah membuat desain permadani. Tapi setelah bertemu putri sulung Jean le Viste dan istri bangsawan itu, dia berubah pikiran. Meski tahu keinginannya terlalu berbahaya, Nicolas telanjur terobsesi. Dia pun menuangkan semuanya dalam enam lukisan Lady dan Unicorn.

Di Brussels, Georges de la Chapelle, penenun yang sedang naik daun, memutuskan menerima proyek Jean le Viste. Menuangkan desain-desain Nicolas menjadi permadani merupakan tantangan terbesar dalam kariernya. Tantangan yang memaksanya mempertaruhkan segala yang penting: kelangsungan hidup bengkel tenun dan keluarganya.

Stardust

Buku yang satu ini menurut saya tidak menyenangkan untuk dibaca. Lebih tepatnya saya agak mengalami kebosanan dalam membacanya. Entah kenapa imaginasi dalam buku ini terasa datar dan sulit saya bayangkan. Saya sulit menangkap karakter dari tokoh-tokohnya. Saya sempat kecewa setelah membaca buku ini. Tapi kemudian saya nonton filmnya dan menurut saya filmnya bisa menceritakan lebih banyak dari apa yang digambarkan di buku ini, benar-benar film yang menyenangkan.

Ini dongeng untuk orang dewasa. Alkisah, di padang-padang rumput Inggris yang tenang, lama berselang, ada sebuah desa kecil yang selama 600 tahun berdiri di atas tonjolan batu granit. Di sebelah timur desa itu ada tembok batu yang tinggi. Itu sebabnya desa itu dinamai desa Tembok.

Di desa itu, pemuda Tristran Thorn jatuh cinta pada si cantik Victoria Forester. Dan di sini pula, pada suatu senja bulan Oktober yang dingin, Tristran membuat janji pada si gadis. Janji gegabah yang membawanya berkelana ke negeri di balik tembok, menyeberang padang rumput, masuk ke Negeri Peri.

Dan di sana dimulailah petualangan paling mendebarkan dalam hidupnya.

The Bartimeus Trilogy

Sulit dijelaskan dengan kata-kata untuk buku-buku ini. Sekilas terlihat tidak terlalu istimewa. Awal mula saya membeli buku pertama dari trilogi ini karena saat itu tidak ada lagi buku yang menarik di toko buku sedangkan saya sangat ingin membaca. Setelah saya baca saya sangat terpesona. Umumnya buku-buku fiksi yang berbau supranatural seperti ini mempunyai alur yang cukup mudah ditebak dan biasanya cara pembawaannya cukup ringan karena ditujukan untuk teenage. Tapi tidak halnya dengan buku-buku ini. Ketika membaca buku-buku ini saya ikut merasakan kegelapan yang diceritakan oleh pengarang. Benar-benar buku yang menakjubkan dengan konsep hal-hal gaib dengan tema yang jarang diangkat seperti jin dan dunia mantra-mantra. The Bartimeus Trilogy ini diawali dari The Amulet of Samarkand dilanjutkan dengan The Golem's Eye serta diakhiri pada Ptolemy's Gate.

Nathaniel, si penyihir muda, diam - diam memanggil jin berusia 5.000 tahun bernama Bartimaeus. Tugas untuk Bartimaeus tidak gampang -- ia harus mencuri Amulet Samarkand yang berkekuatan dahsyat dari Simon Lovelace, master penyihir yang kejam dan ambisius.
Bartimaeus dan Nathaniel pun terlibat dalam intrik sihir yang penuh darah, pemberontakan, dan pembunuhan.
  • Kisah kelam yang memikat (Publishers Weekly-starred review)
  • Salah satu kisah fantasi paling hidup dan inventif selama beberapa tahun terakhir (Booklist-starred review)

Karier Nathaniel di pemerintahan terus meroket. Tapi kelompok pemberontak Resistance terus melakukan pengrusakan di London. Pekerjaan dan nyawa Nathaniel jadi terancam, bukan hanya akibat aksi Kitty dan teman-temannya, tapi juga karena suatu kekuatan yang tak dikenal serta membingungkan.
Nathaniel pun terpaksa melakukan misi berbahaya ke kota musuh, Praha, dan harus memanggil lagi jin menjengkelkan, misterius, dan berlidah tajam, Bartimaeus.
  • "Karya fantasi yang harus dimiliki" (School Library Journal-starred review)
  • "...sangat memikat seperti buku pertamanya... Cerita dari sudut pandang ketiga tokoh utamanya memberikan kedalaman, detail, dan humor bagi karya menegangkan yang penuh aksi ini " (The Times)
  • "Selera humor Bartimaeus yang pedas membuat kisah ini enak dibaca" (Publishers Weekly-Starred review)
  • "Jonathan Stroud berhasil mempertahankan kecepatan dan humor bagian pertama Trilogi ini pada buku lanjutannya -- yang bahkan lebih baik lagi" (Die Welt)

Dua ribu tahun telah berlalu sejak jin Bartimaeus berada di puncak kejayaannya---tak terkalahkan dalam pertempuran dan berteman dengan sang empu penyihir, Ptolemy. Sekarang, karena ia terperangkap di Bumi dan diperlakukan seenaknya oleh masternya, Nathaniel, energi Bartimaeus memudar dengan cepat.
Sementara itu, di dunia bawah tanah London, Kitty Jones yang buron diam-diam melakukan riset tentang sihir dan demon. Ia punya rencana yang diharapkannya akan menyudari konflik berkepanjangan antara jin dan manusia.

Nathaniel, Kitty, dan Bartimaeus pun harus membongkar konspirasi mengerikan dan menghadapi ancaman paling berbahaya sepanjang sejarah ilmu sihir.
  • CORINE Youth Book Award 2006 (German).
  • Quill Award 2006 Shortlisted (USA).
  • "Untuk pembaca yang menyukai buku-buku sebelumnya karena petualangannya, ini, dengan pertempuran, sihir, dan akhir yang hebat, tidak akan mengecewakan. Penutup yang pantas bagi saga luar biasa" (Booklist-starred review)
  • "Stroud dengan ahli menjalin keempat tokohnya menuju puncak dahsyat yang melibatkan kedua buku sebelumnya dan meramunya dengan unsur psikologis dan moral yang kompleks" (Kirkus Reviews-starred review)
  • "Stroud dengan lihai menjalin berbagai plot menuju klimaks yang menggetarkan dan inventif. Kisah penutupnya betul-betul di luar dugaan para pembaca biarpun, sebetulnya, tak terhindarkan: akhir luar biasa bagi trilogi yang luar biasa" (Horn Book Magazine-starred review)
  • "...kesimpulan hebat untuk trilogi fantasi. Si jin Bartimaeus yang sarkastis, masternya Nathaniel, dan commoner pemberani bernama Kitty terlibat dalam perang habis-habisan dan harus bekerja sama untuk menyelamatkan dunia mereka" (Daily Mail)

Sunday, April 27, 2008

When in Rome

Don't just a book by it's cover. Saya rasa pepatah itu benar apa adanya secara harafiah. Sinopsis yang dicetak di belakang buku ini tidak cukup baik untuk menggambarkan keistimewaan cerita di dalamnya. Malah menurut saya agak kurang menarik. Saya perlu ke toko buku lebih dari dua kali baru saya putuskan untuk membeli buku ini walaupun saya sudah membaca sinopsisnya berkali-kali. So I give this book two thumbs up..! (^o^)b


Georgie punya dua impian:
  1. Berlibur ke Roma dan mewujudkan Roman Holiday-nya.
  2. Bertemu Mike, mantan pacarnya yang kurang ajar, di saat Georgie tampil luar biasa cantik, sehingga Mike menyesal setengah mati karena telah meninggalkannya (Bukan berarti Georgie ingin pacaran lagi dengan Mike lho, soalnya dia sudah punya David yang baik hati dan membosankan.)
Namun ketika mereka bertemu lagi, Georgie kembali terpesona oleh ketampanan dan rayuan Mike. Dan ketika Mike mengajaknya ke Roma, Georgie langsung mau, lebih-lebih karena David tak menunjukkan gelagat mau mengajaknya ke sana.

Tanpa disangka-sangka, di Roma Georgie malah bertemu David, dan Roman Holiday-nya berubah jadi lebih rumit dari dugaan semula...

The Billionare Bridegroom

Another Harlequin Collection that I've read. Sebenarnya inti ceritanya menarik tapi sekali lagi kekhasan novel-novel dari Harlequin Collection dengan isi yang melulu romance dan sedikit banyak ada pendeskripsian yang berbau seksual. And I'm getting sick with this Harlequin Collection. I guess I would not buy another one for now.


Ketika pertunangan Serena dengan seorang pengusaha kaya berakhir, ia bersumpah akan menghindari laki-laki kaya! Sebagai penata rambut, ia ternyata tidak cukup baik bagi tunangannya. Dan ia mengetahuinya dari komentar pedas yang diucapkan sang miliarder muda tampan, Nic Moretti.

Serena terkejut ketika pekerjaan barunya memaksanya bertemu muka dengan Nic. Serena bertekad memberi laki-laki itu pelajaran, namun ia sama sekali tak menyangka akan berhadapan dengan sang dewa cinta, yang menawarinya hubungan penuh gairah yang membuat dunianya jungkir balik.

Married by Arrangement

Salah satu buku dari Harlequin Collection. Sebenarnya ide dari cerita ini sangat menarik tapi mungkin karena merupakan novel yang cukup pendek sehingga menurut saya masih kurang. Selain itu gaya pembawaan alur cerita yang mudah ditebak dan isinya melulu tentang romance membuat novel ini akan terasa memuakkan bagi pembenci novel romance. Tapi berdasarkan dari gaya pembawaan alur ceritanya serta garis ceritanya yang jelas ini bukan novel untuk teenage tapi lebih ke arah wanita dewasa muda. I'm sure Harry Potter will be much more fun than this one for teenage.


Di mata Antonio Rocha, Sophie Cunningham bukanlah wanita baik-baik yang pantas mengasuh keponakannya. Dia semakin kaget ketika tahu bahwa wanita itu mengasuh keponakan perempuannya yang masih bayi di sebuah trailer! Dengan segera ia memutuskan untuk membawa bayi itu ke Spanyol.

Sophie Cunningham sebenarnya masih memendam rasa sakit hati akibat penolakan Antonio 3 tahun yang lalu. Akan tetapi, satu-satunya jalan agar ia bisa tetap mengasuh keponakannya adalah dengan menerima tawaran pernikahan pura-pura dari Antonio. Pernikahan di mana ia harus membebaskan Antonio untuk berhubungan dengan wanita manapun yang dia inginkan.

Akan tetapi, ketika Sophie menyadari bahwa dirinya telah jatuh cinta kepada Antonio, dia bertekad untuk melakukan apa pun untuk mempertahankan Antonio. Namun, apa akan dilakukan Sophie ketika dia dituduh menjebak Antonio untuk mendapatkan uang?

Asking for Trouble

Novel ini cukup menarik tapi agak bertele-tele menurut saya. Tidak terlalu banyak excitement waktu saya membaca novel ini malah waktu membaca saya kurang bisa membayangkan ke mana pengarang hendak mengarahkan alur ceritanya. Menurut saya klimaks yang disajikan agak terlambat tapi buku ini masih layak untuk dibaca. I just give this one thumbs up. Sayang sekali sih padahal sinopsisnya begitu menarik.


Sophy sedang menikmati masa lajangnya dan belum pengin punya pacar baru. Namun, demi menghentikan rongrongan ibunya, ia mengaku sudah punya pacar bernama Dominic.

Ia berhasil mempertahankan kebohongan itu dengan melontarkan bermacam-macam alasan kenapa Dominic tidak bisa datang ke berbagai acara keluarga, sampai akhirnya ibunya menuntut kehadiran Dominic di acara pernikahan adik Sophy. Jadi, apakah Sophy mengakui kebohongannya? Tentu saja tidak. Sophy malah menyewa seorang pria dari agensi Just for Tonight.

Ketika Josh Carmichael yang tampan dan menggiurkan itu tiba di depan pintunya, Sophy tahu situasinya akan bertambah rumit. Dan acara pernikahan itu baru awal dari segala kesulitan yang menimpanya...

Life of Pi

Satu kata untuk buku ini : unik. Dengan background terdampar di tengah laut buku ini menceritakan kejadian-kejadian yang aneh dan tak terduga yang sulit kita bayangkan karena sebagian besar kita tidak pernah mengalaminya. Waktu hendak membaca buku ini saya sempat bertanya-tanya apakah tepat keputusan saya membeli buku ini. Ternyata setelah saya baca saya cuma bisa berkata satu hal tentang buku ini. This book has it's own characteristic, so unique. It's worthy to read this one..!


Pada tanggal 21 Juni 1977, kapal barang Tsimtsum berlayar dari Madras menuju Canada. Pada tanggal Juli, kapal itu tenggelam di Samudra Pasific. Hanya satu sekoci berhasil diturunkan, membawa penumpang seekor hyena, seekor zebra yang kakinya patah, seekor orang-utan betina, seekor harimau Royal Bengal seberat 225 kg, dan PI - anak lelaki India berusia 16 tahun.

Selama lebih dari tujuh bulan sekoci itu terombang-ambing di Samudra Pasific yang biru dan ganas. Di Samudra inilah sebagian Kisah Pi berlangsung. Kisah yang luar biasa, penuh keajaiban, dan seperti ucapan salah satu tokoh di dalamnya, kisah ini akan membuat orang percaya pada Tuhan.

Enchanted Inc.

A big fans of fairy tale? I suggest you to read this one. This book full with imaginations rather than romance but not no romance at all. I can say it has a good balance. So if you are sick of novel with too much romance just read this one.


Katie Chandler selalu mendengar bahwa New York adalah kota yang ajaib, tapi cewek kota kecil ini tak pernah menyangka sampai ia tinggal di sana. Ke mana pun matanya memandang, ia melihat sesuatu yang ganjil, dan Katie takut ia jadi gila.

Tahu-tahu, Katie mendapat tawaran pekerjaan dari Magic, Spells, and Illusions, Inc., perusahaan yang memproduksi mantra untuk dunia sihir. Barulah Katie tahu bahwa dunia sihir memang nyata. Dari atasannya yang monster sungguhan, peri bersayap, kepala departemen yang superganteng, sampai cowok-cowok yang disihir menjadi kodok.

Semua nyata.

Autumn In Paris

Another creation from my favorite novelist, Ilana Tan. Masih sangat menarik untuk dibaca hanya saja saya masih lebih menyukai Summer In Seoul karena yang ini quite sad ending. So buat yang benci sad ending novel seperti saya I dont suggest you to read this one. You might have a very gloomy mood after read this one.


Tara Dupont menyukai Paris dan musim gugur. Ia mengira sudah memiliki segalanya dalam hidup... sampai ia bertemu Tatsuya Fujisawa yang susah ditebak dan selalu membangkitkan rasa penasarannya sejak awal.

Tatsuya Fujisawa benci Paris dan musim gugur. Ia datang ke Paris untuk mencari orang yang menghancurkan hidupnya. Namun ia tidak menduga akan terpesona pada Tara Dupont, gadis yang cerewet tapi bisa menenangkan jiwa dan pikirannya... juga mengubah dunianya.

Tara maupun Tatsuya sama sekali tidak menyadari benang yang menghubungkan mereka dengan masa lalu, adanya rahasia yang menghancurkan segala harapan, perasaan, dan keyakinan. Ketika kebenaran terungkap, tersingkap pula arti putus asa... arti tak berdaya... Kenyataan juga begitu menyakitkan hingga mendorong salah satu dari mereka ingin mengakhiri hidup....

Summer In Seoul

Di antara banyak sekali novelis muda Indonesia Ilana Tan adalah salah satu novelis kesukaan saya. Novel-novelnya yang dilatarbelakangi situasi di luar negeri memberikan kita pengetahuan akan budaya negara lain. Benar-benar novel yang sarat budaya dan imaginatif..! Two thumbs up for Summer In Seoul..! (^o^)


Jung Tae-Woo? Penyanyi muda terkenal Seoul yang muncul kembali setelah empat tahun menghindari dunia showbiz.

"Aku hanya ingin memintamu berfoto denganku sebagai pacarku," kata Jung Tae-Woo pada gadis di hadapannya.

Sandy alias Han Soon-Hee? Gadis blasteran Indonesia-Korea yang sudah mengenali Jung Tae-Woo sejak awal, namun sedikit pun tidak terkesan.

Sandy mengangkat wajahnya dan menatap laki-laki itu, lalu berkata, "Baiklah, asalkan wajahku tidak terlihat."

Awalnya Jung Tae-Woo tidak curiga kenapa Sandy langsung menerima tawarannya. Sementara Sandy hanya bisa berharap ia tidak akan menyesali keputusannya terlibat dengan Jung Tae-Woo. Hari-hari musim panas sebagai "kekasih" Jung Tae-Woo dimulai. Perubahan rasa itu pun ada. Namun keduanya tidak menyadari kebenaran kisah empat tahun lalu sedang mengejar mereka.

Sunday, April 13, 2008

Here Come Twilight....!

A fans of romance and horror stories??? Fans of Bram Stoker Dracula or Harry Potter?? You have to read this one. I have read it for a dozen times. And I really really love it. Much more addicted to it than any books I've ever read even Harry Potter or The Trilogy of Bartimeus. This is an amazing book...!

Here is the synopsis that written on the back of the book. Very very interesting...! I guarantee once you read it you will not stop read it until finish and will want to read it again and again.



"Tentang tiga hal aku benar-benar yakin:

Pertama, Edward seorang vampir.

Kedua, ada sebagian dirinya---dan aku tak tahu seberapa dominan bagian itu---yang haus akan darahku.

Dan ketiga, aku mencintainya. Dan cintaku padanya teramat dalam dan tanpa syarat."

Ketika Isabella Swan pindah ke Forks yang muram, ia bertemu Edward Cullen, cowok misterius sangat memesona yang membuat perasaannya jungkir-balik. Dengan kulit porselen, sepasang mata keeemasan, dan suara merdu memikat, Edward sungguh sosok teramat menarik yang membuat Isabella terpikat. Selama ini Edward telah berhasil menyembunyikan identitasnya yang sesungguhnya, tapi Bella bertekad untuk menyingkapkan rahasia paling kelamnya.

Hanya saja Bella sama sekali tidak menyadari bahaya yang menantinya, ketika hubungannya dengan Edward semakin akrab. Dan sanggupkah Bella berpaling dan meninggalkan Edward sebelum segalanya terlambat dan tak ada jalan kembali baginya?

Ini adalah kisah cinta terlarang. Dan seperti cinta terlarang lainnya, cinta ini tak mengenal jalan kembali, selain menjadi hidup dan sekaligus mati pada saat yang sama.

Friday, March 21, 2008

P.S. I Love You

Pernahkah kita terbayang orang yang paling kita cintai terenggut dari kehidupan kita? Buat teman-teman yang pernah mengalami patah hati mungkin lebih bisa menghayati perasaan ini. Putus hubungan kekasih alias PHK saja bisa membuat orang menangis, frustasi sampai bunuh diri. Padahal itu kan masih sebatas putus hubungan saja tapi kita masih bisa sewaktu-waktu bertemu dengannya atau berpapasan dengannya di tempat lain. Dan yang paling penting ialah orang yang kita cintai masih "eksis" di muka bumi ini sehingga kapan pun kita kangen masih ada kemungkinan menemuinya.

Nah sekarang bayangkan kalo orang yang kita cintai tersebut benar-benar hilang dari muka bumi ini, tidak "eksis" lagi atau bisa dibilang meninggal dunia. Kita tidak akan pernah lagi mendengar suaranya ataupun menyentuh dirinya. Tidak akan bisa bercerita dengannya. Kehadirannya akan benar-benar hilang dari muka bumi ini dan kita tidak akan pernah bisa bertemu dengannya lagi betapa pun kita merindukannya. Betapa mengerikannya..!

Jarang sekali kita memikirkan hal ini ketika kita mendapati orang yang paling kita cintai sedang bersama dengan kita. Atau mungkin beberapa dari kita sudah sempat terlintas tapi berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya karena begitu mengerikan. Tapi apapun yang terjadi ini adalah salah satu hal yang pasti cepat ataupun lambat akan kita hadapi karena setiap orang akan menemui kematian.

Hari ini secara spontan saja saya dan saudari-saudari saya memutuskan untuk menonton film ini. Saya sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan tema yang dibahas di film ini. Yang membuat saya tertarik adalah karena saya mendapati cowok pun menangis ketika menonton film ini. Karena itu saya pun memutuskan untuk mencoba menonton film ini. Akhirnya berangkatlah kami ke Galaxy Mal untuk nonton.

Sebelum nonton sebenarnya saya sudah berusaha untuk tidak memasuki mode mellow saya. Saya ingin tahu sejauh apa film ini bisa menggugah hati seseorang yang tidak terlalu melankolis seperti saya. Maka duduklah saya di studio 2 Galaxy 21 dengan hati kuat penuh percaya diri kalo saya ga bakalan nangis yang gimana-gimana. Tapi tidak sampai setengah film malah masih terbilang awal-awal tanpa sadar saya sudah meneteskan air mata. Bukan mbrebes lagi tapi udah netes dari mata turun ke dagu. Dan setelah menonton keseluruhan film alhasil saya keluar studio dengan mata merah, tissue paseo yang sudah habis hampir 1 pak untuk menyeka air mata dan ingus saya serta hidung yang mampet karena kebanyakan nangis. Oh my God...! It's a new big record for me..! I'm crying for a movie!? I dont even cry when i watched One Litter of Tears while most people cried. Karena itu saran saya sekarang adalah segera tonton P.S. I Love You...! Ini adalah film wajib nonton tahun ini...! (^o^)v

Di bawah ini adalah cover bukunya yang sudah diterjemahkan dan bisa didapatkan di toko buku plus sinopsisnya.


Pembaca yang budiman,

Namaku Holly. Belum lama ini Gerry, suamiku meninggal karena kanker. Sebelum penyakitnya mengganas, kami pasangan yang bahagia. Mungkin Gerry bukan pasangan sempurna, karena paling malas mematikan lampu kamar saat kami sudah meringkuk di balik selimut yang hangat. akibatnya, tulang keringku sering terantuk kaki ranjang dan memar-memar.

Ketika Gerry tiada, aku kehilangan sahabatku, kekasihku, batu karangku, dan hidup ini terasa hampa. Namun Gerry tak membiarkanku sendiri. dia meninggalkan seikat surat untuk kubuka setiap bulan. Seiring bulan-bulan berlalu, aku menjadi lebih tabah. Bersama sahabat dan keluargaku, aku menangis, tertara, serta belajar mengenal dan menjalani hidup ini. seperti kata Gerry di surat pertamanya,

Ingatlah semua kenangan manis kita, tapi jangan takut menciptakan kenangan-kenangan baru.

Hidup ini memang untuk dijalani dengan sepenuh hati. dan rasanya nyaman juga ada malaikat yang mengawasi setiap langkahku.

Cinta sejati tak pernah mati...


Monday, March 17, 2008

Maharani

Pernah nonton Princess Hours yang pertama? Film drama Korea yang menceritakan tentang kerajaan Korea ini sempat booming di Indonesia. Sejak booming-nya film ini baju-baju designer Korea mulai merambah ke seluruh dunia. Mulai dari butik-butik di Pasar Atum sampai merk-merk terkenal yang ada di mal-mal di Surabaya sedikit banyak memberikan unsur Korea pada desain mereka. Paling tidak ada jaket yang berbau desain modern style dari Korea. Hanbok yang menjadi baju traditional Korea pun jadi lebih terkenal di dunia daripada kebaya kita.

Mari kita lihat inti yang lain dari film ini. Saya sudah menonton film ini. Menurut saya film ini sangat bagus dalam rangka mempromosikan kebudayaan Korea. Negeri yang terkenal karena Kimchi tersebut menjadi dikenal lebih global sejak film ini diluncurkan. Dulu siapakah di antara kita yang mengetahui paling tidak 2-3 jenis masakan Korea yang umum di negeri asalnya? Sekarang paling tidak kita sudah pernah dengar tentang Kimchi dan Bimbab. Tapi sayang sekali film ini kurang mencerminkan perasaan kesepian dan tertekan serta intrik-intrik politik yang dialami oleh orang-orang yang tinggal di istana seperti yang dituliskan dalam kisah komik aslinya. Film ini diangkat dari sebuah komik oleh pengarang Korea, siapa namanya saya lupa, maaf...agak sulit mengingat nama-nama yang tidak familiar ini. Pada komik aslinya setiap pemikiran di benak masing-masing tokoh dilukiskan dengan lebih jelas dan beberapa dalam bentuk percakapan batiniah. Hal ini yang tidak ada pada filmnya sehingga ketika kita menonton filmnya tanpa membaca komiknya maka kita akan sulit menebak lika-liku pemikiran dari masing-masing tokoh. Padahal masing-masing tokoh punya karakter yang unik dan menarik untuk diikuti. Tapi untungnya Goong ini dikemas bukan memusatkan pada intrik-intrik politik dalam istana tapi lebih berfokus kepada drama percintaannya.

Satu buku lagi yang memiliki karakter yang mirip dengan Goong ini adalah Maharani. Buku ini cetakan Gramedia yang merupakan novel terjemahan dari Pearl S. Buck. Sudah lama saya tertarik untuk membaca buku ini ketika melihatnya di rak buku Gramedia. Tapi karena harganya yang cukup mahal untuk kantong saya saat itu maka saya mengurungkan niat membelinya. Selain itu salah satu faktor utamanya adalah bobot bacaan yang dari perkiraan saya saat itu adalah cukup berat dalam arti belum tentu menghibur hati setelah dibaca walaupun menarik (yang dimaksud dengan menghibur hati tuh yang happy ending gitu...maklum saya suka terbawa emosi ketika membaca buku atau menonton film makanya saya berusaha menghindari buku-buku atau film-film yang sad ending karena ujung-ujungnya setelah nonton saya jadi mellow dan tidak bersemangat...hehehe...) Dari ringkasannya saja dapat dibayangkan buku ini akan menceritakan intrik-intrik politik dan situasi kehidupan di dalam Istana Terlarang pada dinasti Manchu. Setelah beberapa bulan saya terlupakan dengan buku tersebut ternyata memang takdir membuat saya berjodoh dengan buku tersebut. Ketika saya pergi ke Gramedia Expo beberapa hari yang lalu saya melihat tumpukan buku itu dengan tulisan papan diskon 20% di atasnya. Tanpa pikir panjang langsung saya beli. Hehehehe... (^o^)

Akhirnya saya baca buku tersebut dan memang isinya tidak jauh dari bayangan saya sewaktu membaca sinopsisnya. Sulit untuk membayangkan betapa berharganya kebebasan kita sekarang ini. Mungkin beberapa dari kita sempat berangan-angan atau bercita-cita terlahir menjadi putri atau putra raja. Ternyata di balik semua gemerlap itu ada beban berat yang harus dipikul. Selain itu saya benar-benar mensyukuri di jaman sekarang ini walaupun emansipasi di Indonesia belum dijalankan 100% seperti di negara-negara maju tapi kita wanita-wanita Indonesia saat ini jauh lebih beruntung daripada putra putri kekaisaran Cina yang tinggal di Istana Terlarang yang terlihat nyaman dan mewah serta bergelimangan harta benda tapi tiada kebebasan bagaikan burung di dalam sangkar emas dan berlian.

Menurut tradisi, setiap tahun putri-putri keluarga Manchu dipanggil ke Istana Kaisar untuk diteliti oleh Ibu Suri. Yang dipilih hanya sedikit, dan mereka yang beruntung diangkat menjadi selir-selir sang Putra Langit. Mereka akan tinggal di dalam Kota Terlarang dan hidup dalam kemewahan, namun kesepian.

Tzu Hsi gadis yang tidak saja cantik, namun juga cerdik dan ambisius. Ia bertekad menjadi selir favorit, bahkan Ratu, bagi Kaisar, meskipun itu akan berarti mengorbankan laki-laki yang dicintainya dan mengabdi kepada seorang Kaisar yang banyak tingkah dan sakit-sakitan.

Di tengah kancah intrik istana, kecemburuan orang-orang kasim dan selir yang kurang favorit, bahaya pembunuhan terhadap dirinya maupun putranya, Tzu Hsi berhasil menjadi Kaisar wanita Cina yang terbesar. Namun, walaupun bijaksana dan penuh bakat dalam banyak hal, Tzu Hsi tidak pernah bersedia mengakui bahwa pengaruh negara-negara Barat semakin besar. Baru ketika keresahan pecah menjadi pemberontakan kaum Boxer yang mengerikan, ia bersedia berkompromi dengan realitas dunia modern.