BERIKUT INI ADALAH SEBUAH TANTRA TOTEM KEBERUNTUNGAN CINA. Anda mungkin tidak percaya ini tapi nasehatnya luarbiasa. Baca sampai habis, anda akan belajar sesuatu !!!
SATU.
berikan mereka lebih dari yang mereka harapkan dan lakukan itu dengan senang hati.
DUA.
Menikahlah dengan pria/wanita yang anda cintai.
Ketika anda beranjak tua, keahlian percakapan mereka akan menjadi sepenting seperti hal lain.
TIGA.
Jangan percaya dengan apa yang anda dengar,
Habiskan apa anda miliki atau tidur semau anda..
EMPAT.
Ketika anda ucapkan, 'Aku mencintaimu' , Seriuslah.
LIMA.
Ketika anda ucapkan, 'Maafkan saya', pandang mata orang itu.
ENAM.
Tunanganlah sedikitnya enam bulan sebelum anda menikah.
TUJUH.
Percayalah pada cinta padangan pertama.
DELAPAN.
Jangan tertawakan/remehkan impian orang.
Orang yang tidak punya impian adalah miskin.
SEMBILAN.
Cintailah dengan mendalam dan bergairah.
Anda mungkin akan terluka,
tapi ini satu-satunya cara untuk menjalani hidup sebenarnya.
SEPULUH.
Saat terjadi percekcokan/ pertengkaran,
Janganlah menyebut nama.
SEBELAS.
Jangan menilai orang karena dengan siapa mereka berteman.
DUABELAS.
Bicaralah pelan tapi berpikirlah cepat.
TIGABELAS.
Ketika seseorang mengajukan pertanyaan,
yang anda sendiri tidak ingin menjawabnya,
tersenyumlah dan tanya, 'Kenapa anda ingin tahu?'
EMPATBELAS.
Ingat bahwa cinta dan kesuksesan besar membutuhkan pengorbanan.
LIMABELAS.
Ucapkan 'berkah bagimu' saat anda mendengar orang bersin.
ENAMBELAS.
Ketika anda kalah, jangan lupakan pelajaran yang didapat.
TUJUHBELAS.
Hargai diri sendiri;
Hargai orang lain;
Bertanggung jawab pada semua yang anda lakukan.
DELAPANBELAS.
Jangan biarkan pertengkaran kecil merusak persahabatan yang besar.
SEMBILANBELAS.
Ketika anda sadar telah berbuat kesalahan
Ambil langkah segera untuk memperbaikinya.
DUAPULUH.
Tersenyumlah saat menerima telepon.
Penelpon akan mendengarnya dari suara anda.
DUAPULUH DUA.
Habiskan waktu sendirian.
Every woman has her own legacy. Nothing she could do to change it. But she can decide how to live her legacy, then pass on her legacy to bless the world through the next generation of hers.
Sunday, June 22, 2008
Chinese Wisdom To Treasure
Friday, April 18, 2008
Sex and the Soul of a Woman
Apa pendapat anda tentang seks bebas?Itu dia yang secara jujur harus saya bahas. Itulah yang kini terjadi di generasi ini. Ide mengenai wanita Dan laki-laki yang bisa melakukan hubungan seksual diluar pernikahan dan bisa pergi melangkah keluar begitu saja setelah itu. Dunia ini sudah mulai mensahkan hubungan semacam itu. Dunia juga memaksa kita berpikir bahwa hubungan semacam itu bisa diteloransi. Itu mengakibatkan orang tidak sadar tentang harga sesungguhnya yang harus dibayar.
Lalu, harga apa yang harus dibayar?
Menurut saya dalam hubungan sepeti itu, wanitalah yang terkena dampak yang jauh lebih besar ketimbang pria. Wanita itu diciptakan Tuhan untuk menjalin hubungan yang benar yaitu memiliki suami, anak dan keluarga. Dan keluarga harus dimulai dari proses berpacaran yang benar pula, bukan kencan yang berfokus pada seks lebih daripada hati. Dan lagi, tanpa disadari, ketika seorang wanita berhubungan seksual dengan seorang pria, maka sudah terjalin ikatan antara pria dan wanita itu. Ketika hubungan itu berakhir, pria bisa pergi begitu saja, sedangkan pada wanita, hubungan itu meninggalkan bekas yang melukai mereka. Terlalu banyak wanita yang berkonsultasi pada saya dalam keadaan terluka karena ditinggalkan pria yang telah berhubungan seksual dengan mereka. Luka dan ikatan itu sangat berpotensi untuk menghancurkan semua hubungan yang berusaha ia ciptakan di kemudian Hari. Itulah harga yang harus mereka bayar.
Mengapa lebih mudah bagi pria untuk melangkah keluar dari hubungan dibanding wanita?
Karena dalam suatu hubungan sesingkat apapun itu, wanita selalu mengikutsertakan hatinya. Apalagi jika telah terjalin hubungan seksual di dalamnya, maka makin banyak pula investasi yang wanita itu lakukan. Ketika pria itu pergi maka ada luka yang tertoreh dalam diri wanita itu tanpa ia sadari sekalipun. Jika itu terjadi berkali-kali maka wanita bisa menjadi mati rasa dan trauma.
Apa yang paling wanita inginkan dalam sebuah hubungan?
Yang wanita inginkan dalam hubungan adalah hubungan itu sendiri. Wanita ingin agar pria menjalin hubungan bukan karena ketertarikan secara fisik tapi karena pria itu melihat sesuatu bernilai dan indah dalam diri wanita itu. Keindahan hubungan itulah yang penting. Didalam hubungan itu harus ada rasa ingin mengenal satu sama lain yang tanpa melibatkan seksualitas jika memang belum waktunya (belum menikah). Jika sudah menikah, seks merupakan bagian dari perjanjian indah yang telah terikat antara dirinya dan sang pria. Intinya, wanita ingin dilihat kecantikan batinnya bukan kecantikan tubuh yang mengundang nafsu seksual semata.
Apakah benar bahwa seks mempengaruhi rasa percaya dalam pernikahan?
Benar sekali. Ketika sepasang kekasih melakukan hubungan seksual di luar pernikahan, walau akhirnya mereka berdua menikah, telah tertanam bibit "ketidakpercayaan" di dalamnya. Mereka tahu bahwa sebelum menikah mereka berani melakukan sesuatu yang salah. Lalu walau sudah menikah, apa yang akan menghentikan mereka melakukan kesalahan serupa dengan orang lain misalnya? Jadi intinya, ada rasa tidak percaya dan kecemburuan yang pasti mewarnai pasangan yang telah melakukan hubungan seks sebelum menikah. Padahal rasa percaya adalah fondasi sebuah hubungan yang sehat. Seks sebelum menikah adalah seperti merobek baju yang akan dipakai seumur hidup. Ada lubang yang akhirnya terpaksa dipakai sepanjang usia pernikahan.
Seperti apakah hubungan yang sehat itu?
Hubungan yang sehat adalah hubungan pernuh tanggung jawab dari kedua belah pihak. Hubungan dengan nilai-nilai yang benar yang Tuhan inginkan yan benar-benar dijalankan oleh kedua belah pihak, terutama pria terhadap wanita.
Dalam hidup modern ini, bagaimana wanita bisa bertahan suci?
Keputusan untuk menjadi suci adalah kuncinya. Dukungan dari teman-teman wanita yang selalu memberi kekuatan satu sama lain juga penting. Godaan seksual memang pasti akan ada terutama jika pria yang menjadi kekasihnya adalah orang yang ia benar-benar cintai. Tapi yang utama ialah nilai yang dianut olehnya. Walau dunia selalu mengatakan bahwa tidak apa-apa bagi wanita untuk mengumbar seksualitasnya, namun jika wanita itu sendiri tetap memegang nilai yang berlawan dari itu (nilai yang benar bahwa kesucian harus dipertahankan hingga hari pernikahan), maka ia bisa bertahan.Every woman has her own legacy. Nothing she could do to change it. But she can decide how to live her legacy, then pass on her legacy to bless the world through the next generation of hers.Dikutip dari Engkong Liang (Setiadi)
Monday, March 17, 2008
18 Perbedaan Pria & Wanita
- Otak kiri besar - angka, logika, dan matematika
- Mengutamakan analisis
- Kuat di mata/penglihatan
- Kuat di perut
- Merasa berharga jika dihormati
- Merasa berarti jika bekerja
- Bersifat praktis
- Mengutamakan hasil
- Manghasilkan sesuatu
- Kurang mengutamakan perasaan
- Mengutamakan harga diri/posisi
- Menaklukan
- Harga sebuah hadiah
- Acuh tak acuh terhadap kritik
- Suka melihat lawan jenis
- Hidup untuk masa yang akan datang dan masa kini
- Berpikir global
- Parsial di setiap sisi kehidupan
Wanita :
- Otak kanan besar - emosi, perasaan
- Mengutamakan intuisi
- Kuat di telinga/pendengaran
- Kuat di mulut/lidah dan hidung
- Merasa berharga jika dikasihi
- Merasa berarti jika berkeluarga
- Bersifat personal
- Menikmati proses
- Memelihara sesuatu
- Menekankan perasaan
- Mengutamakan relasi/sahabat
- Ditaklukan dengan lemah lembut
- Nilai pribadi dari hadiah itu
- Lebih peka terhadap kritik
- Suka melihat sesama jenis
- Hidup untuk masa lalu dan masa kini
- Berpikir detil
- Kesinambungan untuk sisi kehidupan
Istri Ideal Impian Pria dan Faktanya
- Selalu tampil cantik dan ceria. Matanya lentik, hidungnya mancung, kulitnya putih dan rambutnya panjang, lurus dan hitam bak mayang terurai.
- Biaya ke salon, spa dan skin center berjumlah sekian juta per bulannya.
- Bersedia memindah-mindahkan meja, kursi dan lemari di rumah tanpa bantuan siapa pun, karena ia yakin itu baik untuk membentuk tubuhnya.
- Ini tipe perempuan yang suka jajan makanan. Karena selalu kelaparan ia rajin mencari cara untuk mengatasi masalah berat badannya.
- Bersedia untuk masak, membersihkan rumah, menjahit, mencuci, menyetrika, termasuk juga membetulkan genteng bocor dan mobil yang rusak.
- Ia terlalu frustasi dengan anda, karena itu apa pun dilakukan olehnya asalkan tidak usah menemani anda.
- Menganggap anda sangat seksi.
- Selalu membangunkan anda jam 4 pagi setiap harinya untuk menemani si doggy jalan-jalan dan buang air sambil mengatakan "Itu bagus untuk tubuhmu yang kekar itu, Honey!"
- Cantik dan seksi seperti Miss Universe, tapi berotak encer seperti Einstein.
- Baginya, fakta terbesar di rumah adalah : apa pun yang anda katakan dan kerjakan selalu salah.
Suami Ideal Impian Wanita dan Faktanya
- Romantis dan rajin mengajak anda berdansa di bawah kilau bulan purnama di tepi pantai yang indah.
- Ia senang sekali berdansa dan menghabiskan sebagian besar waktu luangnya untuk ikut klub slsa atau klub waltz, sementara anda pusing mengurus anak sendirian di rumah.
- Dia suka sekali membantu istrinya
- Versinya dari kata membantu adalah membiarkan istrinya melakukan semua pekerjaan di rumah sendirian tanpa mengganggunya sama sekali.
- Ia seperti bodyguard yang memberikan rasa aman.
- Anda merasa sangat bosan dan terkekang karena ia sangat posesif dan peduli dengan "keamanan" anda, sehingga anda tidak bisa pergi ke mana-mana sendirian atau bahkan mengikuti komsel bersama teman-teman wanita anda.
- Selalu memuji anda sebagai wanita yang sangat cantik.
- Ia akan langsung berteriak marah jika anda makan junk food "karena itu tak baik untuk kulitmu, Honey!" ujarnya tegas.
- Seorang pekerja keras.
- Bekerja keras siang malam sehingga hanya bertemu anda beberapa jam saja dalam sebulannya.
Ajari Aku Memeluk Landak
Cassie menunggu dengan antusias. Kaki kecilnya bolak-balik melangkah dari ruang tamu ke pintu depan. Diliriknya jalan raya depan rumah. Belum ada. Cassie masuk lagi. Keluar lagi. Belum ada. Masuk lagi. Keluar lagi. Begitu terus selama hampir satu jam. Suara si Mbok yang menyuruhnya berulang kali untuk makan duluan, tidak dia gubris.
Pukul 18.30. Tinnn... Tiiiinnnnn...!! Cassie kecil melompat girang! Mama pulang! Papa pulang! Dilihatnya dua orang yang sangat dia cintai itu masuk ke rumah. Yang satu langsung menuju ke kamar mandi. Yang satu mengempaskan diri di sofa sambil mengurut-urut kepala.
Wajah-wajah yang letih sehabis bekerja seharian, mencari nafkah bagi keluarga. Bagi si kecil Cassie juga, yang tentunya belum mengerti banyak. Di otaknya yang kecil, Cassie cuma tahu, ia kangen Mama dan Papa, dan ia girang Mama dan Papa pulang.
"Mama, mama.... Mama, mama...." Cassie menggerak-gerakkan tangan. "Mama...." Mama diam saja. Dengan cemas Cassie bertanya, "Mama sakit ya? Mana yang sakit? Mam, mana yang sakit?"
Mama tidak menjawab. Hanya mengernyitkan alis sambil memejamkan mata. Cassie makin gencar bertanya, "Mama, mama... mana yang sakit? Cassie ambilin obat ya? Ya? Ya?"
Tiba-tiba... "Cassie!! Kepala mama lagi pusing! Kamu jangan berisik!" Mama membentak dengan suara tinggi. Kaget, Cassie mundur perlahan. Matanya menyipit. Kaki kecilnya gemetar. Bingung.
Cassie salah apa? Cassie sayang Mama... Cassie salah apa? Takut-takut, Cassie menyingkir ke sudut ruangan.
Mengamati Mama dari jauh, yang kembali mengurut-ngurut kepalanya. Otak kecil Cassie terus bertanya-tanya: Mama, Cassie salah apa? Mama tidak suka dekat-dekat Cassie? Cassie mengganggu Mama? Cassie tidak boleh sayang Mama, ya? Berbagai peristiwa sejenis terjadi.
Dan otak kecil Cassie merekam semuanya.
Maka tahun-tahun berlalu. Cassie tidak lagi kecil. Cassie bertambah tinggi.
Cassie remaja. Cassie mulai beranjak menuju dewasa.
Tin.. Tiiinnn... ! Mama pulang. Papa pulang. Cassie menurunkan kaki dari meja. Mematikan TV. Buru-buru naik ke atas, ke kamarnya, dan mengunci pintu. Menghilang dari pandangan.
"Cassie mana?" "Sudah makan duluan, Tuan, Nyonya." Malam itu mereka kembali hanya makan berdua. Dalam kesunyian berpikir dengan hati terluka: Mengapa anakku sendiri, yang kubesarkan dengan susah payah, dengan kerja keras, nampaknya tidak suka menghabiskan waktu bersama-sama denganku? Apa salahku? Apa dosaku? Ah, anak jaman sekarang memang tidak tahu hormat sama orangtua! Tidak seperti jaman dulu.
Di atas, Cassie mengamati dua orang yang paling dicintainya dalam diam.
Dari jauh. Dari tempat di mana ia tidak akan terluka. "Mama, Papa, katakan padaku, bagaimana caranya memeluk seekor landak?"
How Much You Worth, Woman
And the Lord answered:
"Have you seen all the specifications I have to meet to shape her ?"
“She must be washable, but not made of plastic, have more than 200 moving parts which all must be replaceable and she must function on all kinds of food, she must be able to embrace several kids at the same time, give a hug that can heal anything from a bruised knee to a broken heart and she must do all this with only two hands”.
The angel was impressed.
“Just two hands....impossible!“
“And this is the standard model?!“
“Too much work for one day....wait until tomorrow and then complete her“.
"I will not”, said the Lord.
“I am so close to complete this creation, which will be the favourite of my heart”.
“She cures herself when sick and she can work 18 hours a day”.
The angel came nearer and touched the woman.
“But you have made her so soft, Lord”
“She is soft", said the Lord, “But I have also made her strong. You can’t imagine what she can endure and overcome.“
“Can she think?" the angel asked.
The Lord answered:
“Not only can she think, she can reason and negotiate."
The angel touched the womans cheek....
“Lord, it seems this creation is leaking! You have put too many burdens on her.”
“She is not leaking....it’s a tear” the Lord corrected the angel
“What’s it for?" asked the angel.
And the Lord said:
“Tears are her way of expressing grief, her doubts, her love, her loneliness, her suffering and her pride.”
This made a big impression on the angel.
“Lord, you are genius. You thought of everything. The woman is indeed marvellous!”
“Indeed she is! Woman has strengths that amazes man. She can handle trouble and carry heavy burdens.
She holds happiness, love and opinions. She smiles when feeling like screaming. She sings when she feels like crying, crys when she is happy and laughs when she is afraid.
She fights for what she belives in. Stand up against injustice. She doesn’t take “no” for an answer, when she can see a better solution.
She gives herself so her family can thrive. She takes her friend to the doctor if she is afraid. Her love is unconditional. She cries when her kids are victorious. She is happy when her friends do well.
She is glad when she hears of a birth or a wedding. Her heart is broken when a next of kind or friend dies. But she finds the strength to get on with life. She knows that a kiss and a hug can heal a broken heart. ”
There is only one thing strange with her. She often forgets what she is worth... ”
Pass this on to your lady friends to remind them how fantastic they are....pass it on to males you know. Sometimes they need to be reminded..!!!
The Carrot, The Egg and The Coffee Bean
A young woman went to her mother and told her about her life and how things were so hard for her. She did not know how she was going to make it and wanted to give up. She was tired of fighting and struggling. It seemed that, as one problem was solved, a new one arose.
Her mother took her to the kitchen. She filled three pots with water and placed each on a high fire. Soon the pots came to a boil. In the first, she placed carrots, in the second she placed eggs, and in the last she placed ground coffee beans. She let them sit and boil, without saying a word. In about twenty minutes, she turned off the burners. She fished the carrots out and placed them in a bowl. She pulled the eggs out and placed them in a bowl. Then she ladled the coffee out and placed it in a bowl.
Turning to her daughter, she asked, "Tell me, what do you see?"
"Carrots, eggs, and coffee," the young woman replied.
The mother brought her closer and asked her to feel the carrots. She did and noted that they were soft. She then asked her to take an egg and break it. After pulling off the shell, she observed the hard-boiled egg. Finally, she asked her to sip the coffee. The daughter smiled as she tasted its rich aroma.
The daughter then asked, "What does it mean, mother?"
Her mother explained that each of these objects had faced the same adversity - boiling water - but each reacted differently. The carrot went in strong, hard and unrelenting. However, after being subjected to the boiling water, it softened and became weak. The egg had been fragile. Its thin outer shell had protected its liquid interior. But, after sitting through the boiling water, its inside became hardened! The ground coffee beans were unique, however. After they were in the boiling water, they had changed the water.
"Which are you?" the mother asked her daughter.
"When adversity knocks on your door, how do you respond? Are you a carrot, an egg, or a coffee bean?"
Think of this:
Which am I?
Am I the carrot that seems strong but, with pain and adversity, do I wilt and become soft and lose my strength?
Am I the egg that starts with a malleable heart, but changes with the heat? Did I have a fluid spirit but, after a death, a breakup, or a financial hardship, does my shell look the same, but on the inside am I bitter and tough with a stiff spirit and a hardened heart?
Or am I like the coffee bean? The bean actually changes the hot water, the very circumstance that brings the pain. When the water gets hot, it releases the fragrance and flavour.
If you are like the bean, when things are at their worst, you get better and change the situation around you.
When the hours are the darkest and trials are their greatest, do you elevate to another level? How do you handle adversity?
Are you a carrot, an egg, or a coffee bean?
Can You Love Me for Me?
Can you ever love me for me?
For the me that I am true and true
Can you love me with my imperfections?
Can you see me as I am and not as what you want me to be?
Can you ever love me for me?
For the me that makes mistakes and speaks without thinking
Can you love me even when I am unreasonable?
Can you see me as I am and not for the Angel you seek?
Can you ever love me for me?
For the me that cries when a stranger child is hurt
Can you love me when I am sad without me having a reason to be?
Can you see me as I am not as what I once was?
Can you ever love me for me?
God Is My Programmer
I shall not crash.
He installed his software on the hard disk of my heart
All of his commands are user-friendly.
His directory guides me to the right choices for his name's sake.
Even though I scroll through the problems of life,
I will fear no bugs, for He is my backup.
His password protects me.
He prepares a menu before me in the presence of my enemies.
His help is only a keystroke away.
Surely goodness and mercy will follow me all the days of my life,
and my file will be merged with His and saved forever.
Amen
Ketika Anda Marah
Suatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya..
"Mengapa ketika seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan berbicara dengan
suara kuat atau berteriak?"
Seorang murid setelah berpikir cukup lama mengangkat tangan dan menjawab..
"Karena saat seperti itu ia telah kehilangan kesabaran, karena itu ia lalu berteriak."
"Tapi..." sang guru balik bertanya,
"Lawan bicaranya justru berada disampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara secara halus?"
Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan yang dikira benar menurut
pertimbangan mereka. Namun tak satupun jawaban yang memuaskan.
Sang guru lalu berkata,
"Ketika dua orang sedang berada dalam situasi kemarahan, jarak antara ke dua hati mereka menjadi amat jauh walau secara fisik mereka begitu dekat. Karena itu, untuk mencapai jarak yang demikian, mereka harusberteriak. Namun anehnya, semakin keras mereka berteriak, semakin pula mereka menjadi marah dan dengan sendirinya jarak hati yang ada di antara keduanya pun menjadi lebih jauh lagi. Karena itu mereka terpaksa berteriak lebih keras lagi."
Sang guru masih melanjutkan,
"Sebaliknya, apa yang terjadi ketika dua orang saling jatuh cinta? Mereka tak hanya tidak berteriak, namun ketika mereka berbicara suara yang keluar dari mulut mereka begitu halus dan kecil. Sehalus apapun, keduanya bisa mendengarkannya dengan begitu jelas. Mengapa demikian?"
Sang guru bertanya sambil memperhatikan para muridnya. Mereka nampak berpikir
amat dalam namun tak satupun berani memberikan jawaban.
"Karena hati mereka begitu dekat, hati mereka tak berjarak. Pada akhirnya sepatah katapun tak perlu diucapkan. Sebuah pandangan mata saja amatlah cukup membuat mereka memahami apa yang ingin mereka sampaikan."
Sang guru masih melanjutkan,
Anyone Can Pray
Please teach me, Lord ...
I want to know
Exactly how to pray.
I need some words
Which ones are right?
Please tell me what to say.
I've bowed my head
I have knelt down,But ...
should I be upright?
I've closed my eyes,
I've raised my hands,Or ...
should I fold them tight?
Do I stand up?
Should I sit down?
Dear Lord ... what do you like?
Are lights turned on
Or are they off?
Maybe ... candle light?
Wear my glasses?
Take them off?
Be at my desk or table?
Should I whisper?
Speak out loud?
Do I quote the Bible?
What do you think about the time?
Do You prefer the dawn?
Should I pray fast, Or keep it slow?
Better short ... or long?
I'm new at this
What are the rules?
I want to do it right.
How do I know
You'll even hear
That I am in Your sight?
And while I sat there quietly,
Waiting for some sign,
I heard a gentle voice say,
"Oh, dearest child of mine ...
Do you think I really care
About the time of day,
Or whether you are standing up,
Or kneeling when you pray?"
"I don't care about your posture,
Or about the place you choose;
Just open up your soul to me,
I have no other rules.
Tell me what is in your heart,
And tell me what you seek;
Tell me of your sorrows,
And of those things that made you weak."
"Speak to me in private
About what concerns you most;
I know about your good deeds ...
You have no need to boast.
My child, you don't need lessons,
Just talk to me each day;
Tell me anything you want, dear child,
Anyone can pray."